Klasifikasi Restoran

Lagi lagi, karena dipaksa untuk belajar, akhirnya menemukan ilmu yang sebelumnya belum pernah saya tau. Untuk final paper marketing management kelompok saya mengambil case salah satu restoran yang sempat dan masih happening di Jakarta dan soon di Indonesia. Ngulik ngulik seluk beluk restoran akhirnya menemukan beberapa teori klasifikasi restoran, yang ternyata berkembang dari tahun ke tahun. Berikut review teori yang baru saya temukan :

Image

A. Wojowasito dan Poerwodarminto (Marsyangm, 1999:71) mengklasifikasikan restoran atau rumah makan menjadi beberapa tipe, antara lain:

  1. A’la Carte Restaurant :  adalah restoran yang mendapatkan izin penuh untuk menjual makanan lengkap dengan banyak variasi dimana tamu bebas memilih sendiri makanan yang mereka inginkan. Tiap-tiap makanan di dalam restoran ini memiliki harga sendiri-sendiri.
  2. Table D ‘hote Restaurant : adalah suatu restoran yang khusus menjual menutable d’hote, yaitu suatu susunan menu yang lengkap (dari hidangan pernbuka sampai penutup) dan tertcntu, dengan harga yang telah ditentukan pula.
  3. Coffe Shop atau Brasserei : adalah suatu restoran yang pada umumnya berhubungan dengan hotel, suatu tempat dimana tamu biasanya berhubungan dengan hotel, suatu tempat dimana tamu bias mendapatkan makan pagi. makan siang dan makan malam secara cepat dengan harga yang cukupan. Pada umumnya system pelayanannya adalah dengan American service dimana yang diutamakan adalah kecepatannya. Ready on plate service, artinya makanan sudah dtatur dan disiapkan diatas piring. Kadang-kadang penyajiannya dilakukan dengan cara buffet atau prasmanan.
  4. Cafelaria atau Cafe : adalah suatu restoran kecil yang mengutamakan penjualan cake (kue-kue), sandwich (roti isi), kopi dan teh. Pilihan makanannya terbatas dan tidak menjual minuman beralkohol.
  5.  Canteen : adalah restoran yang berhubungan dengan kantor, pabrik, dan sekolah, tempat dimana para pekerja atau pelajar biasa mendapatkan makan siang atau coffe break, yaitu acara minum kopi disertai makanan kecil atau selingan jam kerja, jam belajar ataupun dalam acara rapat-rapat dan seminar.
  6. Continental Restaurant : suatu restoran yang menitik beratkan hidangan continental pilihan dengan pelayanan elaborate atau megah. Suasananya santai, susunannya agak rumit, disediakan bagi tamu yang ingin makan secara santai.
  7. Carvery : adalah suatu restoran yang berhubungn dengan hotel dimana para tamu dapat mengisi sendiri hidangan panggang sebanyak yang mereka inginkan dengan harga hidangan yang sudah ditetapkan.
  8. Dining Room : terdapat dihotel kecil, motel atau inn. merupakan tempat yang tidak lebih ekonomis dari pada tempat makan biasa. Dining room pada dasarnya disediakan untuk para tamu yang tinggal di hotel itu, namun yang terbuka bag! para tamu dari luar.
  9. Discotheque : ialah suatu restoran yang pada prinsipnya berarti juga tempat dansa sambil menikmati alunan musik. Kadang-kadang juga menampilkan live band. Bar adalah salah satu fasilitas utama untuk sebuah discotheque. Hidangan yang tersedia umumnya berupa snack.
  10. Fish and Chip Shop : ialah suatu restoran yang banyak terdapat di Inggris, dimana kita dapat membeli macam-macam kripik (chips) dan ikan goreng, biasanya berupa ikan Cod, dibungkus dalam kertas dan dibawa pergi . jadi rnakanannya tidak dinikmati di tempat itu.
  11. Grill Room (Rotisserie) : adalah suatu restoran yang menyedikan bermacam-macam daging panggang. Pada umumnya antara restoran dengan dapur dibatasi dcngan sekat dinding kaca sehingga para tamu dapat memilih sendiri potongan daging yang dikehendaki dan melihat sendiri bagaimana memasaknya. Grill room kadang-kadang disebut juga sebagai steak house.
  12.  Inn Tavern : Inn tavern ialah suatu restoran dengan harga cukupan yang dikelola oleh perorangan di tepi kota. Suasananya dibuat dekat dan ramah, dengan tamu-tamu. Sedangkan hidangannya lezat-lezat.
  13. Night Club/Super Club : adalah suatu restoran yang pada umumnya mulai dibuka menjelang larut malam, menyediakan makan malam bagi tamu-tamu yang ingin santai. Dekorasinya mewah, pelayanannya megah. Band merupakan kelengkapan yang diperlukan. Para tamu dituntut berpakaian resmi dan rapi sehingga manaikkan gengsi.
  14. Pizzeria: adalah suatu restoran yang kusus menjual pizza. Kadang-kadang juga ada spaghetty atau makanan khas Italia lainnya.
  15. Pan Cake Hoii.se/Creperieadalah restoran yang khusus menjual pun cakedan crepe yang diisi dengan berbagai macam manisan didalamnya.
  16. Pub : pada mulanya merupakan tempat hiburan umum yang mendpat izin menjual minuman bir serta minuman beralkohol lainnya. Para tamu mendapatkan minumannya dari counter (meja panjang yang membatasi dua ruangan). Pengunjung dapat menikmat; sambil duduk atau berdiri. Hidangan yang tersedia berupa snack seperti pies dan sandwich. Sekarang kita bisa mendapatkan banyak hidangan pengganti di pub.
  17. Snack Bar/Cqfe/Milk Baradalah semacam restoran cukupan yartg sifatnya tidak resmi dengan pelayanan cepat dimana para tamu mengumpulkan makanan mereka diatas baki yang diambil dari atas kounter dan kemudian membawanya kemeja makan. Para tamu bebas memilih makanan yang disukainya. Makanan yang disediakan biasanya adalah hamburger, sausages dan sawhvich.
  18. Specialitiy Restaurantadalah restoran yang suasana dan dekorasi seluruhnya disesuaikan dengan tipe khas makanan yang disajikan atau temanya. Restoran semacam ini menyediakan masakan Cina, Jepang, Italia dan sebagainya. Pelayanannya sedikit banyak berdasarkan tatacara negara tempat asal makanan spesial itu.
  19. Terrace Restaurantadalah suatu restoran yang terletak di luar bangunan, namun pada umumnya masih berhubungan dengan hotel maupun restoran induk. Di negara-negara barat pada umumnya restoran tersebut hanya buka pada waktu musim panas saja.
  20. Gourmet Restoranialah suatu restoran yang menyelenggarakan pelayanan makan dan minum untuk orang-orang yang berpengalaman luas dalam bidang rasa makanan dan minuman. Keistimewaan restoran ini ialah makanan dan minumannya yang lezat-lezat, pelayanannya megah dan harganya cukup mahal.
  21. Family Type Restaurantialah suatu restoran sederhana yang menghidangkan makanan dan minuman dengan harga tidak mahal, terutama disediakan untuk tamu-tamu keluarga maupun rombongan.
  22. Main Dining Roomialah suatu restoran atau ruang makan utama yang pada umumnya terdapat di hotel-hotel besar. dimana penyaji makanannya secara resmi, pelan tapi masih terikat oleh suatu peraruran yang ketat. Servisnya biasa menggunakan pelayanan ala Perancis atau Rusia. Tamu-tamu yang hadirpun pada umumnya berpakaian resmi atau formal.

B. Menurut Soekresno ( 2000 ), dilihat dari pengelolaan dan sistem penyajian, restoran dapat diklasifikasikan menjadi 3 ( tiga ) yaitu :

1. Restoran Formal

Pengertian restoran formal adalah industri jasa pelayanan makanan dan minuman yang dikelola secara komersial dan professional dengan pelayanan yang eksklusif.  Contoh : member restoran, Gourmet, Main dining room, Grilled Restoran, exsekutive restoran dan sebagainya.

Ciri – ciri restoran formal :

a)   Penerimaan pelanggan dengan sistim pemesanan tempat terlebih dahulu

b)   Para pelanggan terikat menggunakan pakaian resmi

c)   Menu pilihan yang disediakan adalah menu klasik atau menu Eropa popular

d)  Sistem penyajian yang dipakai adalah Russian service atau French service atau modifikasi dari kedua table service tersebut

e) Di sediakan ruangan untuk cocktail selain ruangan jamuan makan digunakan sebagai tempat untuk minum yang berakohol sebelum santap malam

f)  Di buka untuk pelayanan makan malam atau makan siang atau makan malam dan makan siang dan tidak di buka untuk makan pagi

g)  Menyediakan berbagai merek minuman bar secara lengkap khususnya wine and champagne dari beberapa Negara penghasil wine di dunia

h)  Menyediakan hiburan musik hidup dan tempat untuk melantai dengan suasana romantis dan exclusive

i).  Harga makanan dan minuman relatife tinggi dibanding harga makanan dan minuman di restoran informal

j).  Penataan bangku dan kursi memiliki area service yang lebih luas untuk dapat di lewati gueridon

k). Tenaga relatife banyak dengan standar kebutuhan pramusaji untuk melayani 4 – 8 pelanggan

2.  Restoran Informal

  Restoran informal adalah  industry jasa pelayanana makanan dan minuman yang dikelola secara komersial dan professional dengan lebih mengutamakan kecepatan pelayanan, kepraktisan, dan percepatan frekuensi yang silih berganti pelanggan. Contoh : café, cafeteria, fast food restoran, coffe shop, bistro, canteen, tavern, family restaurant, pub, service corner, burger corner, snack bar.

Ciri – ciri restoran informal :

a)   Harga makanan dan minuman relative murah

b)   Penerimaan pelanggan tanpa sistem pemesanan tempat

c)  Para pelanggan yang datang tidak terikat  untuk mengenakan pakaian formal

d) Sistem penyajian yang dipakai American Service/ ready  plate bahkan self service ataupun counter service

e)   Tidak menyediakan hiburan musik hidup

f)   Penataan meja dan bangku cukup rapat antara satu dengan yang lain

g) Daftar menu oleh pramusaji tidak dipresentasikan kepada tamu atau pelanggan namun di pampang di counter atau langsung di meja makan untuk mempercepat proses pelayanan

h)  Menu yang disediakan sangat terbatas dan membatasi menu – menu yang relative cepat selesai dimasak

C. Menurut Sugiarto dan Sulartiningrum (2001), restoran dibagi menjadi tiga yaitu :

1. Formal Dining Room

2. Informal Dining Room

3. Specialist Dining Room

Hampir sama dengan teori Soekresno, nmun ada tambahan Specialist dining room yang di dalamnya menyediakan makanan atau masakan khusus dan biasanya sudah terkenal secara internasional, seperti masakan Jepang, India, Itali, dll.

D. Menurut Suarthana (2006 : 57), jenis restoran yaitu:

1. Coffeshop, yaitu restoran yang buka saat breakfast, lunch, dinner, ynag memberikan layanan sederhana dan cepat dengan harga makanan dan minuman yang relatif murah

2. Room Service, yaitu dimana tamu dapat dihidangkan di dalam kamar tamu yang menampilkan menu sederhana dan cepat dengan harga yang relatif murah

3. Dinning Room, hanya dibuka saat makan malam, dengan pengujung yang memiliki tujuan berkunjung untuk menikmati makan malam dan hiburan yang menampilkan menu yang lengkap dan mewah dengan harga relatif mahal.

4.Supper club, restoran yang buka saat larut malam untuk makan malam dengan pengujung yang memiliki tujuan berkunjung untuk menikmati makan malam dan hiburan yang menampilkan menu yang lengkap dan mewah dengan harga relatif mahal.

 sayanganya belum nemu sumber teori yang berkembang di tahun milenium, pasti akan sangat berbeda.

sumber :

 http://pariwisatadanteknologi.blogspot.com/2010/06/pengertian-dan-klasifikasi-rumah-makan.html

http://madebayu.blogspot.sg/2012/09/jenis-jenis-restoran.html

Caregiver – Tipe Kepribadian based on MBTI Test

Di sela – sela kuliah HRM yang sedang membahas tentang recruitment, mulai bosan, kemudian dengan teman bangku sebelah iseng – iseng tes MBTI online hasilnya saya tipe ESFJ,jika dibaca hasilnya yaa..90% sepertinya sesuai, apa itu tipe ESFJ?

Image

The Caregiver

ESFJ fokus pada dunia luar dan menilai pengalaman mereka secara subyektif. Mereka sebagian besar mendasarkan penilaian mereka pada sistem kepercayaan mereka dan pada efek dari tindakan pada orang lain. ESFJ bersifat harafiah dan konkret, percaya pada sebuah informasi, spesifik faktual yang dikumpulkan melalui penglihatan mereka.

ESFJ memiliki minat yang tulus pada kesejahteraan orang lain. Mereka sering terampil dalam memahami sudut pandang orang lain. Mereka serius pada tanggung jawab mereka(oleh karena itu tipe pekerjaan yang cocok diberikan ke tipe ini mungkin yang bentuknya dedikasi, sangat senang jika dianggap mampu menghandle sebuah tanggung jawab), melihat apa yang perlu dilakukan dan kemudian melakukannya. Mereka menghargai tradisi dan keamanan yang ditawarkan.

Mereka menikmati kebahagiaan orang lain. Mereka memberi dengan murah hati tetapi mengharapkan penghargaan sebagai imbalan. Peka terhadap kebutuhan fisik orang lain, mereka merespon dengan menawarkan perawatan praktis. ESFJ sering beradaptasi dengan cara mereka untuk memenuhi harapan orang lain. Namun, mereka mungkin mengalami kesulitan mengenali kekurangan dari orang yang dicintai(oh my God, mungkin ini sebabnya..)

ESFJ cenderung vokal dalam mengungkapkan rasa benar dan salah(ini bisa jadi plus dan minus, pengalaman pernah berdebat dengan direktur cuma masalah estetika slide presentasi -__-). Penilaian mereka dalam kaitannya dengan dunia luar seringkali didasarkan pada etika interpersonal, dengan memperhatikan apa yang diberi dan apa yang diterima. ESFJ ini cenderung mengikuti orang-orang dari kelompok sosial mereka dari pada pendirian diri sendiri. ESFJ yang dibesarkan dalam lingkungan standar etika yang tinggi cenderung untuk menampilkan kemurahan hati yang sejati dan kebaikan.

ESFJ mencari struktur, lingkungan terkendali, dan cenderung untuk menjadi baik dalam menciptakan rasa ketertiban. Mereka umumnya merasa tidak aman dalam suasana ketidakpastian(sepertinya semua orang juga tidak suka dengan ketidakpastian, ya kaan..). Mereka menghargai aturan hukum dan mengharapkan hal yang sama pada orang lain. ESFJ mungkin kurang tertarik dalam memahami konsep di balik aturan, cenderung menghindar dari sesuatu yang abstrak dan impersonal.

Ringkasan: Berhati hangat, teliti dan kooperatif. Ingin harmoni dalam lingkungan mereka, bekerja dengan tekat untuk membangun. Ingin bekerja dengan orang lain untuk menyelesaikan tugas secara akurat dan tepat waktu. Loyal, mengikuti bahkan dalam hal-hal kecil. Suka memperhatikan apa yang orang lain butuhkan dan mencoba untuk membantunya. Ingin dihargai dengan apa yang mereka telah kontribusikan.

Kata kunci: Mengembangkan prosedur yang efektif, ketegasan, memelihara dan menjaga apa yang telah dicapai, terampil, pembangun konsensus.

Karir pekerjaan: Pendidikan(naah kaan…saya bercita cita bikin talent school, anyone?), kesehatan, layanan bisnis sebagai perusahaan kecil atau sebagai fungsi dalam organisasi yang lebih besar.

Saran Pengembangan :
  • Jangan mengorbankan diri hanya untuk menyenangkan orang lain.
  • Jangan mengukur harga diri Anda dari perlakuan, penghargaan dan pujian orang lain.
  • Mintalah pertimbangan orang lain dalam mengambil keputusan. Belajarlah untuk lebih tegas.
  • Terima tanggungjawab hidup dan belajarlah untuk lebih dewasa. Jangan mengasihani diri sendiri.
  • Hadapi kritik dan konflik, jangan lari.

inti dari saran ini lebih ke brave yourself, hargai diri sendiri, dan bahagiakan diri Anda (jleb,jleb,jleb)

penasaran pengen test juga? bisa dicoba di link ini

katanya, biar lebih akurat test dilakukan dengan dua tools, setelah saya coba di http://www.humanmetrics.com/cgi-win/jtypes2.asp hasilnya sama juga, ESFJ =,)

next, kalau mau tahu deskripsinya, bisa dilihat di sini:

sumber :

http://www.psikologizone.com/

http://www.humanmetrics.com/

http://putriayukurniasih.blogspot.com/

Image

Muhammad SAW The Super Husband – Sedikit Lebih Mengenal Rosullulloh dari Sisi Cinta

viewimage

Berawal dari rasa heran saya kepada serang ukhti yang menyebutkan Beliau rindu dengan Rosululloh sampai menitikkan air mata. Kemudian saya berpikir, kenapa dia bisa sampai seperti itu, kenapa saya belum pernah mengalami seperti itu?
Kemudian saya menyadari, ketika saya kagum dengan seseorang, saya kepo, saya mencari segala info tentang dia, saya mengikuti timelinenya #kemudiancurhat. Nah, selama ini apakah saya pernah kepo dengan kehidupan Rosul?nope, hanya sebatas mempelajarinya dalam pelajaran agama atau sejarah yang isinya kebanyakan tentang sejarah perang Beliau, karena itu saya tidak tertarik untuk mendalaminya.
Dari situ, saya coba memulai mencari buku yang menceritakan tentang Nabi Muhammad secara ringan,enak dibaca, dan menurut saya yang masuk kriteria itu adalah kisah cinta Rosululloh. Kisah cinta sangat mudah sekali saya serap dibandingkan kisah peperangannya ;D.
Akhirnya saya menmukan buku ini. Di buku ini tidak hanya menceritakan betapa romantis dan humorisnya Nabi Muhammad dalam kehidupan rumah tangganya, namun juga bagaimana keistimewaan istri-istri Nabi Muhammad yang notabene adalah ibu kaum muslim.
Buku ini ringan, mudah dibaca oleh orang yang tidak terlalu suka membaca seperti saya, dan sangat bisa dinikmati. Bahkan ketika menceritkan betapa humorisnya Nabi Muhammad SAW, saya tak sadar sampai ikut tertawa.
Bagian-bagian yang menarik akan saya ceritakan di post selanjutnya. See ya =)

Customer Insight

Per tiga bulan tim marketing di kantor saya mengadakan  breakfast meeting. Breakfast meeting yang pertama di tahun 2012 diadakan pada tanggal 2 Maret 2012 di mister bean coffee Citos. Acaranya kali ini sharing tentang imu marketing yang didapat dari Seminar Marketers Club yang diikuti secara bergantian, evaluasi  enps (employee net promoters scores), dan sarapan bareng tentunya,hehe.

Yang menarik perhatian saya adalah materi yang dibawakan oleh Irene Stefani tentang Customer Insight yang dia dapat dari Seminar Markeeters Club. Dari penjelasannya, saya menarik kesimpulan bahwa untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan customer kita harus tahu apa yang ada dalam “reptilian brain” customer. Apa itu ‘Reptilian Brain”?

Otak manusia dimodelkan oleh Paul MacLean dalam sebuah teori yaitu teori Tritunggal. Teori ni merupakan model yang paling efisien untuk memahami otak dalam sejarah evolusi. Dalam teori ini, otak dibagi menjadi tiga yaitu neocortex brain, limbic brain, dan reptilian brain.

1.       Neocortex Brain (Thinking Brain)

Merupakan bagian otak yang memiliki kemampuan belajar yang tak terbatas dan fleksibel. Otak inilah yang bekerja ketika kita memberikan suatu kuisioner atau tes kepada customer. Ketika kita memilih atau mengambil keputusan dengan penuh pertimbangan dan analisis – analisis, otak ini yang menjadi dominan.

2.       Limbic Brain (Emotional Brain)

Ketika thinking brain mulai lelah, emotional brain yang mulai bekerja. Otak ini yang mempengaruhi tindakan kita dari sisi emosional. Analisa saya mungkin ketika para wanita mengobati hatinya dengan berbelanja, otak inilah yang berfungsi.

3.       Reptilian Brain

Reptilian brain merupakan otak yang tertua selama manusia mengalami evolusi. Otak ini yang mengatur gerakan respon, mengontrol fungsi vital tubuh seperti denyut jantung, pernapasan, suhu tubuh dan keseimbangan. Otak ini yang lebih banyak bekerja ketika kita membeli sesuatu. Ketika kita jalan – jalan di mall menemukan suatu barang yang menarik dan langsung membelinya tanpa berpikir panjang di situlah reptilian brain sedang bekerja.

Mengetahui pola reptilian brain bekerja merupakan kunci untuk mengetahui  di mana gunung emas yang sebenarnya berada. Ketika kita mendapatkan kesimpulan dari kuisioner yang telah kita sebarkan mengenai kebutuhan customer, kecil kemungkinan customer akan membeli produk sesuai dengan jawaban kuisioner mereka.  Salah satu pengamat pasar pernah melakukan penggalian reptilian brain dengan memberikan banyak pertanyaan sehingga thinking brain dan emotional brain lelah. Pertanyaan bisa diberikan dalam bentuk observasi, yaitu dengan memberikan pertanyaan why,why, dan why?

Sebagai contoh observasi, berikut percakapan antara marketing sebuah brand pesawat dengan penumpangnya.

A : “Menurut Bapak bagaimana fasilitas penerbangan kami?”

B : “ kursinya sempit”

A : “ memang Bapak inginnya seberapa luas?”

B : “Ya paling tidak saya tidak terlalu dekat dengan sebelah”

A: “ memang kalo tidak dengan sebelah bapak mau melakukan kegiatan apa?”

B: “ Saya kan mau buka laptop, jadi saya bisa mengefisienkan waktu sambil mengerjakan pekerjaan saya”

Dari percakapan di atas bisa kita lihat bahwa sebenarnya yang dibutuhkan penumpang bukanlah kursi yang luas, tapi fasilitas untuk dia beraktifitas. Mungkin apabila pertanyaan itu diteruskan dan dikembangkan, penumpang tersebut yang akan menemukan sendiri solusi dari keluhannya.

Ini memberikan sedikit gambaran kepada saya bagaimana cara mengetahui pasar dan bidang entrepreneur yang sesuai untuk suatu segmen customer.

Semoga bermanfaat juga untuk teman – teman ^^

sumber : Seminar Marketeers Club “Customer Behavior Concept”

http://thebrain.mcgill.ca/flash/d/d_05/d_05_cr/d_05_cr_her/d_05_cr_her.html

Kerajinan Koran Klinting – Iseng di Waktu Senggang

Saya tidak tahu nama kerajinan ini apa, yang jelas saya melihatnya pertama kali saat jalan – jalan ke Mirota (Jogjakarta) di sana ada sebuah tas yang dibuat dari susunan kertas koran dan majalah. Yang saya bikin belum seekstrim itu, baru yang kecil – kecil seperti project saya sekarang greeting cards dan scrap album.

 Ini halaman depan scrap album yang saya buat. Judulnya “That’s why should be more grateful rather than constantly hoping”. Pembuatan scrap album ini dilatarbelakangi ketika saya sedang banyak berharap, menuntut, bertanya mengapa? dan kapan?  Tiba – tiba saya tergerak membuka catatan saya 3 tahun ke belakang. Ternyata dari catatan itu banyak hal yang saya dapat, padahal terbayang untuk mencapainya saja tidak. Scrap album ini saya buat sebagai pengingat ketika saya mulai banyak berharap dan menuntut di kemudian hari.

Bahan yang saya gunakan sebagian barang bekas. Untuk latar saya menggunakan kalender duduk 2011 yang ada di meja kantor, dan saya lapisi dengan kertas sertifikat yang salah print. Untuk batang pohon saya menggunakan isolasi sisa tugas akhir. Dan untuk daun saya menggunakan koran yang isinya iklan A**S yang sebagian besar warnanya ungu. Koran itu saya potong, kemudian saya lintir sekecil – kecilnya, saya lem tepinya, dan saya potong kecil – kecil. Dan seperti itulah hasilnya (masih belum bisa rapi =P)

 Hasil iseng yang kedua adalah greeting cards. Ini saya persiapkan untuk teman – teman saya yang wisuda bulan Maret ini.

Bahannya sama, dasarnya adalah kertas sertifikat yang salah print (maklum waktu itu masih belum 1 bulan kerja,,haha) .Untuk hiasannya saya buat dari kertas koran bekas dan isolasi hitam. Bunga biru yang kecil hasil karya pertama ketika mencoba kerajinan koran klinting (makin berantakan kan). Sedangkan yang ijo, saya bermaksud membuat clover untuk teman saya yang sangat suka sekali dengan daun berbentuk hati itu, tapi masih gagal =(, mau diulang lagi.

Setelah saya searching lebih dalam, ternyata di sini kertas koran sudah bisa dijadikan furniture seperti meja dan kursi. Uwwaw…

Ini kegiatan saya ketika ada waktu luang, ketika internet sudah membosankan, tidak ada film yang bagus untuk ditonton, tidak ada buku yang seru, dan yang paling utama, ketika ada ide apa yang mau dibuat.

Bagaimana dengan Anda? =D

nb : kalo ada ide desain tolong di share yaa..kali aja keterbatasan kreativitas dan imajinasi saya bisa merealisasikannya.

Salam Hangat ^^

Macaroni Schotel ala Anak Kosan

macaroni schotel ala anak kosan
Awal tahun baru harusnya disambut dengan semangat doong…
Hari Minggu kemaren saya mencoba membuat macaroni schotle dengan bahan yang apa adanya *didukung oleh cuaca hujan dan tidak ada tukang sayur (alesan =D)
Bahan :
-makaroni keong 3 genggam (keong, ulir, semua sama aja)
-telur 1 butir
-kornet ayam 1/3 kemasan SO G**D
-kecap sesuai selera
-lada,garam sesuai selera (ditambah bumbu lain juga oke asal sesuai selera)
-keju parut sesuai selera
Proses Pembuatan :
1. Panaskan air secukupnya. Ketika sudah panas, masukkan sedikit garam dan makaroni. Matangkan makaroni (saya lebih suka tidak terlalu matang) dan tiriskan.
2. Kocok telur beserta bumbu dan masukkan kornet ke dalamnya. Aduk sampai rata. Dan masukkan makaroni ke dalam adonan.
3. tempatkan adonan di pinggan tahan panas. *karena anak kos tidak punya pinggan tahan panas akhirnya diganti mangkok tidak tahan pecah alias beling
4. Taburkan keju, dan adonan siap dikukus.
kukusan ala anak kosan 5. Kukus adonan dengan benar *karena ga punya kukusan, alhasil dipakailah penggorengan dikombinasikan dengan piring tidak tahan panas
pastikan piring menutup dengan rapat, agar matang maksimal
6. Tunggu kira – kira 60 menit sampai matang luar dalam. Cirinya : keju sedikit melted, kalo ditusuk sama tusuk gigi ato garpu sudah tidak ada adonan yang menempel.
7. Angkat pinggan dan makaroni schotle siap disantap menggunakan saos atau sesuai selera. *berhubung kukusannya ala anak kosan, cara ngangkatnya rempong boo..pake sutil, serokan, jampel -____-’
kebanyakan makaroni Ini penampakan setelah disantap anak – anak sekosan. Semua sih bilang enak, cuma menurut saya terlalu padat, mungkin makaroninya dikurangi jadi 1 1/2 genggam atau telurnya yang ditambah ^^

ini salah satu dari beratus resep yang saya coba dan langsung jadi,,
saya aja bisa, kenapa Anda tidak? Selamat mencoba =D

Love Me – Glenn Fredly

Ada cinta di sekitarmu
Yang selalu dapat kau rasakan

If you love me
That you will see
Something you’ll never know

More you love me
More you will see
Love will keep us together

Ada cinta di sekitarmu
Yang selalu dapat kau rasakan

If you love me
That you will see
Something you’ll never know

Dimanapun dan kemanapun
Kau berada
Just love me, just fill me
And you will see
Just love me

If you love me
That you will see
Something you’ll never know